Siaran Pers: Riset Omnichannel UMKM Perdagangan & Program Pendampingan 2026
KADIN Batam merilis diagnosa 280 UMKM ritel & kuliner — integrasi stok masih terfragmentasi; program pendampingan Batch 1 dibuka Juli 2026.
- Program Kerja
- Pendampingan Omnichannel UMKM 2026
- Acara Terkait
- Workshop Omnichannel UMKM — Batch 1
- Riset Terkait
- Diagnosa Omnichannel UMKM Perdagangan Batam 2026
- Masalah Terkait
- Keterlambatan Omnichannel UMKM Perdagangan
- Stakeholder
- Pemerintah Kota Batam
Sekretariat KADIN Kota Batam merilis Siaran Pers atas publikasi riset omnichannel UMKM perdagangan Q1–Q2 2026.
Temuan utama: 58% responden belum mengintegrasikan stok antara toko offline, WhatsApp, dan marketplace. Hambatan operasional terbesar adalah manajemen stok ganda — bukan kurangnya minat digital.
Konteks Kebijakan
Riset menegaskan isu regulasi FTZ ke TLDDP (PMK 199/2019) tetap memengaruhi margin UMKM yang menarget pasar domestik nasional. KADIN akan mendorong dialog kebijakan produk bahan baku lokal bersama Pemko Batam, sambil memperkuat jalur ekspor melalui Export Center Kemendag.
Tindak Lanjut
- Program Pendampingan Omnichannel UMKM Batch 1 (15–17 Juli 2026) untuk 40 UMKM prioritas
- Kolaborasi dengan mitra logistik UMKM — selaras pilot e-document logistik FTZ
- Monitoring integrasi stok peserta selama 90 hari pasca-workshop
Laporan lengkap tersedia di arsip riset portal KADIN Batam.